Ternyata Ini Penyebab Omset Penjualan Mie Samyang Turun Drastis

Produk mie instan Korea Samyang Hot Chicken Ramen ditempatkan dengan rapi di rak supermarket di Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan.

harga mie samyang

Mi instan dengan sensasi rasa pedas yang telah menjadi “primadona” masyarakat Indonesia ditawarkan dalam paket mi instan berisi lima paket dengan potongan harga yang menarik. Namun, ada suatu pemandangan yang menarik jika kita cermati.

Di bagian atas papan harga tersebut  terdapat keterangan yang menyertakan persetujuan pendaftaran makanan olahan oleh Food and Drug Administration (POM) untuk produk yang diimpor oleh PT Korinus.

Kejadian yang lalu, karena sudah mengantongi label sebagai produk halal dari Federasi Muslim Korea (KMF), PT Korinus menegaskan bahwa Samyang dengan rasa Hot Ramen ayam dan Hot Cheese Ramen ayam merupakan produk halal .

Saat ini, PT Korinus masih mengurus untuk mengeluarkan sertifikat halal kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, produk Ramen Hot Chicken dan Ramen Hot Chicken serta Miew Ramen lainnya sudah beredar di tengah masyarakat dan sudah mendapat persetujuan pemasaran dari Food and Drug Administration (BPOM).

Namun demikian, penarikan 4 produk mie instan dari Korea lainnya dikarenakan produk tersbeut diklaim mengandung babi beberapa waktu lalu ternyata mempengaruhi evaluasi publik terhadap impor PT Korinus untuk produk mie Samyang yang halal. Sebelumnya, empat jenis mie instan dari PT Coin Earth dinyatakan mengandung daging babi dan telah ditarik dari pasar.

Produk-produk ini adalah Nongshim, produk Shin Ramyun Black,Samyang dengan nama produk U-Dong, Samyang dengan nama Rasa Instan Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen. Produk ini berbeda dengan Samyang yang diimpor PT Korinus.

Di supermarket, seorang wanita melintasi rak-rak produk mi instan Korea instan yang diimpor oleh PT Korinus dengan keranjangnya.

Mata wanita itu terus melihat produk-produk mie instan dengan bungkus-bungkus hitam yang membaca tulisan Korea dan mengambil satu. “Bagaimana mie Samyang ini masih dijual? Bukankah itu sudah ditarik ya? “Kata wanita itu kepada rekannya. Wanita itu terus menelusuri produk Korea dengan tatapan ingin tahu.” Kemarin, ada produk yang ditarik ya. Dia mengatakan ada DNA babi, “katanya lagi. Meskipun dia memeriksanya sebentar, wanita itu menaruh mie Samyang kembali ke rak dan meninggalkan rak.

Omzet kini merosot tajam. Menurut Sales Marketing Manager PT Korinus mengatakan, sejak pemberitaan terkait penarikan empat produk mi instan impor dari Korea PT Koin Bumi beredar, penjualan produk mi instan Samyang halal terus menurun. Dia menduga, dengan munculnya kasus-kasus makanan asal Korea yang terbukti mengandung DNA babi, masyarakat menjadi tidak antusias lagi untuk membeli produk impor.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk meyakinkan publik bahwa produk mereka tersebut benar-benar aman. “Langkah yang kami ambil saat ini adalah untuk memberikan kepercayaan dan mendidik masyarakat umum, terutama di semua toko ritel di Indonesia bahwa produk yang kami impor adalah halal aman,” katanya.

Dalam waktu dekat, PT Korinus akan kembali menggelar konferensi pers untuk meyakinkan publik tentang produk mereka yang halal an terjamin keamanannya. “MUI dalam menyelesaikan sertifikasi Halal sedang diproses, Juli 2017 sudah memasuki tahap akhir audit oleh LPPOM MUI Indonesia dan Halal Korea,” katanya. Selengkapnya di Kandunganmakanan.my.id.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *